Pandemic


Pandemic

Pagi sama pagi, siang dan malam silih berganti

Aku duduk diatas kursi dengan sebatang rokok masih di jari

Segelas wedang jahe, mungkin bisa menurunkan dingin malam ini.

Ku hela nafas begitu dalam, ku buang dengan pekat asap pandemic yang masih menjadi.

 

Apa kabar Indonesia? Menyapa.

Halo Indonesia? Bertanya.

Teriak !!!!!! Sapa Indonesia…

Semua berkata, Darurat….!  kematian dimana-mana.

Jerit tangis saat hari raya, gagal berkunjung dengan sanak sodara.

 

Pagi sama pagi, siang dan malam silih berganti

36 purnama telah terlewati, diwarnai dengan curiga mencurigai.

Aku duduk diatas kursi, kini rokok ku setengah batang lagi.

Pikir ku  menerawang, menembus pembatas yang telat untuk di bilang dini.

 

Dialektik para pemangku diatas mimbar

Kita Kuat!

Kita Hebat!

Kita Tangguh!

Seliweran di semua lini masa.

 

Pagi sama pagi, siang dan malam silih berganti

Sekar di asbak ini jatuh

Mengotori lantai yang ku bersihkan siang tadi

Capek, namun kotor lahir ketika bersih ada.

 

Apa kabar Indonesia, pandemic varian lama kini berganti sapanya.

Halo Indonesia, waspada lonjakan kasus tegasnya.

 

Aku beranjak dari kursi,  lalu bergumam dan berteriak…!

Tuhan, pagi ku sudah tak sama lagi

Tuhan, Malam ku sudah tak berganti lagi

Aku Rindu Ibu, Rindu Bapak, Rindu kawan-kawan kerja

Rindu kekasih ku, tuhan!

 

Aku, serasa terpasung dalam celengan rindu yang tiada ujung.

Terpisah……

Dipisah……

Memisah……

Aku tak apa, pertiwi ku menampilkan atraksi sirkusnya. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan Populer