Jodoh untuk kakak ku (side I Eps. 1)

 

AKU

ROBI MANDALAWANGI

 

Aku, Robi Mandalawangi. Seorang pemimpi yang ingin menjelajahi seluruh pelosok negeri. Seperti mimpi kebanyan orang, suksesku ingin kuraih sejak usia muda. Makanya, jorjoran banget kalau urusan kerja. Pergi pagi pulang malam, ya itulah rutinitas harian yang aku lakukan. Secara personal, aku orang yang humble, mudah bergaul, humoris dengan tampilan rambut selalu klimis. Jangan tanya urusan isi dompet, karena urusan itu selalu tipis.

Saat aku tulis cerita ini, aku sedang perang bathin. Bisa di bayangin ya, gimana dahsyatnya. Kamu pernah nonton film Apocalypse 1979, Saving Private Ryan tahun 1998, Dunkrik 2000, Redclif 2008, Hacksaw 2016 pernah nonton kan? Nah persis kayak gitu kondisi bathinku. Kalu kamu gak suka dengan genre perang/wars gitu, mungkin bathinku sedang berdrama, kayak film korea gitu Taegukgi 2004, Welcome to Dongmakgol 2005, the front line 2011, ayla : the daughter of war 2017. Eh bor, seinget aku itu bukan film drama dah. Sama aja itu film perang. Mungkin doctor john 2019 yang dimainkan oleh artis peran jisung, lee se young dan lee kyu hyu. Kalua enggak, bisa jadi Angel’s last mission 2019 yang menceritakan misi malaikat Dan (Kim Myung Soo) untuk membuat Yeon Soo (Shin Hye Sun) yang semula tidak percaya pada cinta bisa menemukan cinta sejatinya. Ya begitulah kondisi bathin ku, saat ini. Berperang dan penuh drama.

Lewat tulisan ini, aku ceritakan awal mula perang bathin ini dimulai. Sedih bor, kalau dipikir-pikir. Kata orang sih laki-laki kagak boleh sedih apalagi diwarnai dengan hujan tangis, dalam kondisi apapun katanya. Laki-laki itu harus kuat dan pantang menyerah. Jika gagal coba lagi, jika jatuh bangun lagi dan jika kehilangan maka cari lagi. Eh bor, kamu tahu gak saat spiderman nangis karena iron man mati di film avenger end game, terus tangisnya spiderman juga diikuti oleh tangisan Hulk saat pemakaman Tony Stark. Jadi bulshit ! banget dah, kalau laki-laki gak boleh nangis. Sekuat apapun Spiderman dan Hulk buktinya keduanya nangis kalah ama drama yang telah diatur ama sutradara. Gak nunjukin mereka saat itu kuat, yang aku lihat bathin mereka hancur dan kehilangan. Berlatar dari situ, ya udah dah aku nulis sambil nangis gitu. Tapi untung gak ada badai atau petir, karena aku nulis cerita ini di tempat ngopi terbaik di kota Bandung. Hehe… dimana tuh lokasinya? Kosan bor.  

2010, aku kenal dirinya. Gadis berhijab, anak Fakultas Kesehatan Masyarkat. Dalfah namanya. Awal kenal, jumpa saat ada kuliah umum tentang Kesehatan “Reproduksi”. Wowowo, dari temanya kayaknya ini conten untuk 17++ yang diadakan oleh anak-anak jurusan Kesehatan Masyarakat. Kebetulan, saat itu Aku mewawakili BEM kampus untuk ikut dalam acara dimaksud. Biasa, pak Presiden sedang ada halangan  saat itu. Jadi, staff yang diutus. Hahaha...ngeri kan bor ! Temanya asik nih Sahut permadi, saat undangan itu dibacanya. Apaan? Emangnya apaan tuh, sahut rifky mana aku lihat undangan itu direbutnya dari permadi. Wowowo cakep nih, bor! kita berdua ikut ye, ke acara kuliah umumnya. Ah, aku malas ! kalau ajak kalian berdua.  Cabul semua wkwkwk. Ya sudah, karena waktu itu aku sendiri, maka Permadi dan Rifky diajak ikut dalam acara itu.

Silahkan kakak, tolong isi daftar hadirnya. Kasih keterangan juga kak, dari jurusan dan fakultas apa. Biar jadi data kami. Senyumnya, suaranya, kacamatanya masih aku ingat. Sampai saat ini ! Gokil gak bor? Rifki berbisik, cantik bor ! boleh juga, timbal Permadi. Ah, belum aja mulai pikiran kalian berdua ini udah aneh-aneh timpalku. Kita bertiga, masuk ke Aula itu. Tepuk tangan begitu riuh, saat Dekan membuka acara dan menutup sambutannya pagi itu. Selanjutnya, Mc meminta moderator untuk naik. Saat itu, sambil duduk aku mainkan Hp untuk baca pesan Blackberry Messenger (BBM) yang masuk. 2010, Hp BB adalah selurer tercanggih saat itu. Ya, BB Torch yang aku pegang. Kamu tahu gak, seorang Mahasiswa yang pegang HP BB sekelas Torch saat itu adalah ia yang berasal dari kasta  Brahmana bukan sepertiku, yang kenyataannya dari kasta Sudra…wkwkwk…atau juga tak jarang, ketika kita pegang sesuatu yang tak mungkin kita miliki saat jadi mahasiswa sering disangka aneh-aneh. Jika laki-laki dicurigai jadi gigolo, pengedar narkoba atau terakhir jadi joki skripsi. Aturan ini berlaku sama bagi Mahasiswi, kalau gak disangka temen ngobrol om, mahasiswi short time, mahasiswi long time. Nah, BB yang aku pegang ini adalah hadiah. Bukan dari ibu dan bapak di kampung, tapi karena undian kopi “ya” merknya saat itu. Hadiah yang berasal dari iseng-iseng karena banyak kemasan kopi yang berserakan di depan pintu kostan aku kumpulkan dan aku kirimkan ke Po box sesuai dengan persyaratan. Dua bulan setelahnya, aku dikonfirmasi menang hadiah utama. Untung aku gak ngumpulin cangkang permen karet yang susah cari huruf N, gak tahu bener atau enggak tentang undian peremen itu. Hayo, pada ingetkan undian permen karet Y+O+S+A**  ini sejak tahun 1998 aku masih SD, undian ini sudah ada. Di tahun 2010 saat aku udah kuliah, undian ini tetap aja ada. Mungkin saat nanti kiamat, undian ini akan terus ada…astagfirulloh bercandaanku jelek. Maafin ya… ehehe. Bisik rifki dan permadi, bor CW yang tadi di meja registrasi bor cantiknya. Kayaknya pinter banget deh bor kata permadi mempertegas. Loe maen Hp mulu, kayaknya cocok dah kalau ama elo tuh Cewek. Sini Hp lo Rob. Eh sorry, kenapa kalian berdua ribut? Ini aku balas BBM nya pak Ibrahim tadi. Nanti sore dia gak masuk bor, ada tugas buat kita. Jadi kita gak ada kelasnya…..merdekaaa ! teriak permadi sambil berdiri. Dua sampai tiga orang, eh hampir semua peserta menoleh ke arah kami. Gila aja, si Permadi. teriak merdeka, saat pemateri menyampaikan bahasan tentang Free Sex. Beberapa peserta mengerutkan dahi dan beberapa lainnya menggelengkan kepala. Saat kejadian itu, aku dan rifki ikut-ikutan mengerutkan dahi, biasa akting menyembunyikan malu. Permadi clingak clinguk, saat pak Abdul seksolog terkenal dan kini jadi pemateri bertanya. Apa yang merdeka? Anu pak, Anu jawabnya. Ada apa dengan anumu! Tegas Pak Abdul, Bertanya. Enggak pak, itu pak, ia kenapa? Maaf pak, saking menariknya materi bapak jadi saya terpacu semangat pak Merdekaa. Emang bisa, ngelesnya tuh anak kata rifky. Maaf, lalu permadi duduk dan Huuuuuuuhuuuuu… riuh peserta menyoraki. Hahahahha, emang doi gak bisa Kontrol emosi, Rob Kata Rifky. Sudah, tenang kita lanjut lagi materinya sampai mana? Mas nya yang anunya anu, konsentrasi ya! Sahut pemateri ke Permadi. Siap pak, jawab Permadi tegas. Bangsat kalian berdua, malu bor! Ahaha makanya biasa aja, kagak usah proaktif gitu jawabku. Jadi gimana tadi Pak Ibrahim gak masuk kelas sore ya? oke dah kalau gitu, gimana kalau kita nongkrong aja disini. Hari ini gak ada kelas siang kan kita? Kagak ada sih, jawab rifky. Tapi dipikir-pikir, bagus juga sih Pak Ibrahim kagak masuk, emang ada yang salah dengannya Ky? tanyaku. Kagak ada sih, tapi bayangin deh bor ! gila aja, ngantuk dikit atau telat datang langsung disuruh keluar kelas. Kelas sore tuh godaannya hanya dua itu. Eh tiga ding, ama body nya si Nuri kagak nahan njir kalau sore. Bentar bor! Tuh moderator siapa namanya? Tanyaku pada Rifki dan Permadi. Bukannya, dia yang tadi di meja registrasi tambahku. Eh kenalpot kereta ! jawab Permadi. Emang dari tadi, kita berdua bahas tuh moderator! Elo, sibuk mulu sama HP hadiah loe itu sih. Ia betul Hp ku hanya Nexian dan aku Cross cuma BB BBan pula kata Rifky. Dari tadi  dengerin napa, kita lagi ngobrolin apa. Mba Dalfah, kamu semester berapa sekarang? Kata pemateri itu bertanya. Izin pak, semester 4. Oh luar biasa, menurut kamu penting atau tidak tentang Pendidikan Sex usia dini?  Si Permadi, senyum-senyum geli. Edukasi Sex usia dini menurut pendapat saya sangatlah perlu. Seperti yang kita ketahui, sekarang ini banyak kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, bahkan juga balita. Pelakunya justru adalah orang-orang yang dekat dengan anak kita, seperti suster, sopir, guru di sekolah, atau bahkan pembantu rumah tangga. Sebagai orang tua kita harus waspada dan memberikan 'cukup ilmu' kepada anak agar terhindar dari kejahatan seksual yang sedang marak belakangan ini. Kemudian, Pak Abdul bertanya lagi sekarang ini banyak persepsi di masyarakat tentang edukasi sex sejak dini itu karena "Wah saya enggak mau anak saya sudah mengerti tentang sex kan dia masih Kecil." nah pandanganmu terhadap hal itu bagaimana mbha? Tanya Pak Abdul. Tentunya, edukasi seks yang dimaksud bukan membahas soal sexual intercourse ya pak, tapi lebih kepada pengenalan organ tubuh dan fungsinya. Kita harus memulainya dari hal yang simpel dan mudah dimengerti. Saya memilih setuju tentang edukasi sex sejak dini karena saya tidak ingin jika anak saya nanti memiliki persepsi yang salah perihal seks ini. Coba bayangkan apabila anak kita sama sekali tidak memiliki edukasi tentang seks, dan suatu ketika saat anak kita sudah mulai bisa bersosialisasi sendiri, mereka mendapat pengetahuan tentang seks dari teman-temannya atau bahkan dari internet. Teknologi berkembang kedepan kan pak, 2010 saja seperti sekarang kondisinya nah gak kebayang kalau 10 tahun lagi kedepan. Tentu saja seks yang didapat berkonotasi negatif, dan berimbas kepada mental anak, yang menjurus kepada pornografi. Maka dari itu lebih baik kita sebagai orang tua menjadi sumber utama bagi pengetahuan dan tumbuh kembang anak kita. Demikian pak, tutup Dalfah. Pak Abdul tersenyum, lalu mengangkat kedua jempolnya… kasih dua jempol untuk mbha Dalfah Moderator acara kita hari ini. Luar biasa, tepuk tangan hadirin semua. Pinta Pak Abdul. Ya, hampir semua yang disampaikan mbha Dalfah, itu tepat. Tapi saying, di kita tentang edukasi sex sejak dini masih dipandang tabu. Sebagai Mahasiswa jembolan Fakultas Kesehatan Masyarakat hal ini harus sudah kalian sosialisasikan kepada masyarakat sejak dini juga. Eh mas yang anunya anu tadi, sebelum saya tutup materi ini apa ada yang mau ditanyakan atau mau menanggapi tanggapan mbha Dalfah. Pak Abdul bertanya ke Permadi. Permadi yang sedari tadi senyum-senyum, saat mendengarkan alasan Dalfah menjawab pertanyaan masih termangu. Hey..! Pundak Permadi di tepuk Rifky, Pak Abdul nanya. Lalu, Permadi menjawab. Basah pak ! mendengar jawaban itu, semua peserta tertawa termasuk aku dan Rifky. Oh jadi anumu anu sekarang basah. Anak Muda-anak muda. Ia pak celanaku basah. Rifky tadi tepuk Pundak saya, eh mungkin saya sedang melamun dan kaget jadi air minum saya tumpah pak. Mohon maaf, tidak ada yang ditanyakan pak sudah clear and clean materi bapak mencerahkan. Huuuhuuuuu teriak semua peserta. Sudah kita tutup materi kuliah umum ini mudah mudahan materi yang saya berikan bisa menambah khasanah keilmuan kalian.

Acara selesai, bor! Kemana nih ke perupstakaan, nongrkong di kostan nte rob! Atau gimana nih, kata Rifky. Lebih seru nongrkong si Permadi balas menjawab. Lebih seru kayanya ngopi di kantin sambil ngobrolin project sosial yang elu bilangin kemarin deh madi. Robi memberikan idenya. Oh ya, aku lupa kemarin sempet tuh Permadi minta tolong buat ngumpulin anak-anak Hima (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Admiistrasi Negara. Ah lo kebiasaan, tapi gak apa-apa kalau kita obrolin dulu konsep yang akan kita jalankan kata Permadi. Oh iya, ini program kerja divisi elo kan? Nyaris aku lupa. Oke dah tapi bentar kita temui dulu si Irfan, mungkin asik juga nih kalau acara kita ada kerja sama dengan anak-anak Kesehatan Masyarakat. Gimana menurut kalian, info permulaan aja sih bor ke dia. Siapa tahu, dia tertarik dengan acara. Lah kebiasaan Ketua emang banyak lupa ya Rob. Parah betul lo ah, Rifky menimpal ucapan Robi. Ya udah, yuk cari Irfan, tadi aku lihat dia keluar, ajak Permadi.

Fan, Irfan.. panggil Robi. Eh cuy, sehat lo Rob jawab Irfan. Sory banget, tadi perwakilan BEM kampus kagak dikasih slot buat ngisi sambutan. Tadi, acara sempet molor dikit. Pak Dekan, ada acara diluar. Pak Abdul, dikejar siaran langsung di salah satu TV swasta. Jadi, tadi waktunya banyak di bagi-bagi sory ya. Woles aja bro jawab Robi. Eh bro, ini acara udah selesai nih ada beberapa yang ingin kita obrolin nih, ada waktukah ? ajak Permadi. Wah seru nih, apa nih yang mau kita bahas haahaah… kebetulan kagak ada kelas. Tapi cuy, bentar-bentar kayak ada yang beda nih ama elo Madi, tanya Irfan. Agak gemukan lo sekarang? Nampak sejahtera, hahaha…berapa semester uang buat bayar semesteran dipake ahahahaha. Wah sial, ia nih kagak ngerti tadi pagi si Robi juga bilang gitu Rifky juga sama. Ya udahlah, meski uang jajan seret kostan bayar sering telat tapi saat pulang kampung setidaknya ibu dan bapak ku kagak ngebatin liat anaknya kurus model si Roby hahahaha. Kak, Ifan, Acaranya udah beres kan kak? Ada rapat evaluasi gak kak? Kenapa de jawab Ifan. Soalnya aku ada kelas kak. Minggu depan kan UTS kak. Sekalian, ngumpulin tugas kak. Tadinya sih begitu, tapi beberapa panitia lainpun sama katanya ad akelas. Kebetulan kelas Kakak gak ada jadwal, tugas-tugas sudah dikumpulin minggu kemarin. Paling, besok siang ya, habis duhur. Nanti kakak info di group BBM oke. Siap Kak. Oh ya, de Kenalin ni temen kakak, anak dari anak Fisip Jurusan Administrasi Negara semester 6. Roby, Rifky, Permadi. Hallo Kak, aku Dalfah. Salam kenal kakak. Salam kenal juga ade, Permadi dan Rifky menjawab. Robi hanya senyum, lalu menganggukan kepala. Eh, Kakak yang ada di spanduk itu ya kak. Tanya Dalfah, ke Robi. Selamat kak atas prestasi  kakak dan tim atas kejuaraan debat antar kampusnya. Terimakasih Dalfah, jawab Robi. Ya udah, kakak-kakak aku ke kelas dulu ya kak. Sampai jumpa lagi. Salam. Oke ade, salam jawab Permadi. Keren tuh anak, Fan. Ia dong, harus keren kalau anak-anak Kesehatan Masyarakat secara Kakak tingkatnya aja keren-keren termasuk Gue. Hahaha…jangan bilang, Robi suka. Soalnya dari tadi dia salting mulu bro, hahahahah….bercanda Rob. Janganlah Rob, bersaing dengan kawanmu ini. ahhaha balas Permadi. Jadi gimana nih, kita ngobrol dimana jadinya? Di Kantin, sambil ngopi wifi kenceng juga hehehe jawab Rifky. Oke deh, bentar ya aku beresin dulu laptop ku yang dipake tadi.

Oke, yuk… kantin Ceu Lulu seru nih, ajak Irfan ke Robi, Rifky dan Permadi. Udah lama, gak nongrkrong disana. Bilang aja, biar bisa kasbon hahahaha jawab Rifky. Kasian tahu, kebiasaan. Lah elo juga sama, makan bakwan lima pas pas bayar, bilang makan satu.  Ah, darmaji (dahar lima ngaku hiji/ makan lima ngaku satu) ledek Rifky ke Robi. Hehehe…ah bongkar aib loe. Wkwkwk…lah, kebiasaan kalian ternyata sama kaya gue cuy, jawab Irfan. Tapi emang, kantin Ceu Lulu terbaik serius dah. Jangan bilang naksir anaknya, hayo si “Nur” hayo ngaku. Kagak lah, jawab Irfan. Tapi bohay juga cuy, jawab Rifky. Nah, jangan-jangan selama ini … parah loe, yak ledek Irfan, Robi dan Permadi. Enggak sih, hanya sebagai pemerhati aja. Ya udah, yok ke kantin Ceu Lulu tegas Rifky.

Kopi 4, Mie goreng 4 ya ceu..pesan Rifky. Eh, kemana aja? Lupa ya, masih ada kasbon. 20rb. Hah kasbon? Kapan Ceu, Aku baru kesini lagi, jawab Rifky. Suka lupaan gitu. Itu pas kesini bareng Reza. Kemana tuh Reza, ini satu tipikal ni ama Rifky. Ngilang kalau ada duit pas gak ada duit datang. Mie rasa apa aja nih? Tanya Ceu Lulu. Ayam bawang aja ceu, Rifky balas menjawab. Oke gapapa tak bayar ceu sekalian yang kemarin. Ia ceu, aku juga udah tiga minggu eh sebulan kali ya ceu gak ketemu ama tuh anak. Mungkin, pulang kampung kali ceu. Kenapa ceu, mau di jodohin ama si Nur ya? Kagak lah, model Rifky dan Reza mah gak bakalan lulus seleksi Eceu. Penjahat semua. Hehehe. Ya udah bentar ya, diseduin dulu kopi dan mie nya. Oh ya, gimana nih, mengawali obrolan kita siang menuju sore ini? Tumben aja gitu, udah lama ya kita gak ngobrol bareng kayak gini setelah lulus SMA meski satu kampus. Karena beda jurusan aja kali yak, semua sibuk dengan rutinitas masing-masing. Elo enak bertiga, dari kelas satu ampe semester 6 tetep aja kemana mana bertiga, kayak gantungan kunci aja loe pada sambung Irfan. Gini fan, anak HIMAJUR Administras Negara mau ngadain acara social Charity gitu. Nah, kayaknya seru kalau dari anak-anak Kesehatan Masyarakat gabung diacara kita. Terinspirasi diacara yang tadi elo dan anak-anak lakuin sih, Permadi menjelaskan. Waw menarik nih, coba aja tadi Gw ajak si Dalfah. Kayaknya tuh anak, cocok banget buat di kaderin jadi pengurus inti di periode selanjutnya. Bentar ya, Gue SMS dulu. Masih zaman SMS? BM dong ledek Robi. Wah kapret betul lo.. BB hadiah aja sombongnya minta ampun, sorry aja ya biar HP BB KW model si Rifky dan Permady tapi ini bukan hadiah kayak elo. Tapi? Balas Robi. Emmmms, dari hasil jual kopi di kampung. Lah, elo ikut namem tuh kopi? Enggak sih, menikmati hasilnya aja. Ahahahah sama aja, itu hadiah tong. Dari orang tua lo. Gimane sih, robi tambah ledek. Iaiaia, sama-sama HP hadiah lah ya. Damai ya, lanjut Irfan. Sebentar Dalfah jawab SMS, boleh kak. Kayaknya seru, konsep acaranya gimana. Terus, siapa aja yang ikut terlibat di kepanitiannya? Dia nanya. Acaranya gabungan dengan anak HIMAJUR Adiminstrasi Negara, Dalfah. Ada kak Robi, Permadi dan Rifky, gimana tanya Irfan. Oh seru kak, boleh-boleh Dalfah ikut acaranya kak. Kapan nih, kita kumpul atau besok setelah acara evaluasi pelaskanaan acara kuliah umum yang tadi kak? Tanya Dalfah di pesan SMSnya. Boleh besok selepas acara evaluasi, tapi ini kakak lagi ada dikantin masih bareng ama mereka bertiga juga. Oke ya, besok. Sebentar kak, ini Dalfah kelasnya udah selesai juga kak, ini ama anak-anak mau pada ke Kantin juga. Kakak di counter makanan siapa kak? Aku, Iklima, Mayang dan Alfi mau kesana juga kak. Mau ke kantin Ceu Lulu. Itu Iklima dan Mayang pengen makan Nasi Goreng Cumi yang murah meriah itu kak. Lah, kok bisa kebetulan gitu ya Fah, ni Kakak juga ladi di counternya Ceu Lulu juga nih. Mau ngobrol ama ceu Lulu? Goda Irfan. Ahhahaha, makasih kak. Bentar lagi kesana kak, nih aku juga langsung cerita ama yang lainnya. Mereka pada tertarik juga kak. Ok Fah, Kakak tunggu ya. Siap kak, tutup Dalfah.

Fah, dalfah… sini ! Irfan melambaikan tangan ke Dalfah. Eh kak, sahut Dalfah. Hallo kak Robi, Kak Permadi dan Kak Rifky, jumpa lagi kita. Kenalin, anak semester empat juga kak. Ada Iklima, Alfi dan Mayang. Hallo kakak-kakak, salam kenal. Jadi gimana nih kak? Tanya Dalfah ke Irfan. Duduk dulu, pesan dulu baru dah ngobrol kebiasaan. Siap kak, maaf. Iklima, Mayang dan Alfi gimana kelasnya? tadi pak Syafiin masuk? Masuk kak ! jawab Dalfah, kakak nanya ke Iklima, Alfi dan Mayang bukan ke Dalfah. Ya elah, kan samaan kelasnya. Hem, jangan-jangan kakak ada yang suka diantara mereka bertiga ya? Haha, jangan kak! terlebih ke Mayang. Bisa di gunting dan dikasih nilai E+ ama pak Syafiin, Dalfah menggoda Mayang. Apaan sih Fah, bercandaannya jawab Mayang. Iklima dan Alfi ikut meledek ia ia ia, yang dijapri dan dijadiin asisten Lab ahahahahah. Ih kalian jahat, jawab Mayang. Hah..gimana-gimana? Maksud kalian, Pak Syafiin? wah ngeri kalau begitu Irfan tambah ledekin mayang. Udah-udah, seru banget ya kalian bercandanya, goda Permadi. Kita bertiga di cuekin nih. Hayo, katanya mau tahu konsep acara Charity kita. Siap..siap kak, balas Dalfah.  Jadi, di acara disnatalis kampus tanggal 9 September 2010 nanti, kita mau ngadain beberapa  acara dan satu diantaranya yaitu pelaksanaan bakti sosial di Kabupaten Garut. Nah, kami berharap mungkin dari anak-anak Kesehatan Masyarakat bisa gabung diacara yang kami konsepkan. Aku baru kepikir pada saat tadi ikut acara kuliah umum yang diadakan oleh kalian. Mungkin, nanti temen-temen dari Kesehatan Masyarakat bisa mensosialisasikan terkait dengan Pendidikan sex usia diini, hal ini penting dan menarik karena sepanjang 2009-2010 angka kasus kekerasan sexsual di Garut cukup tinggi. Menempati Garut menempati posisi ke empat dalam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Barat dengan total catatan 71 kasus. Data ini aku peroleh dari pemberitaan tempo.co edisi 5 Oktober 2010 dengan “head line” Garut tempati posisi ke empat kasus kekerasan terhadap perempuan. Ini beritanya, coba deh kalian lihat. Ujar permadi kepada Irfan. Oke, gimana fah dkk ? menurut ku sih oke aja sih kak, mungkin nanti saat rapat evaluasi kegiatan kuliah umum tadi kita bahas ya kak jawab dalfah. Oh ya, kakak boleh minta kontak adik Dalfah, Iklima, Mayang dan alfinya, pinta Rifky. Hems, kasih gak ya? Jawab Ilkima. Ya udah, nomor aku dulu ya kak 0818***, nomor aku juga dong 0856***** tambah Mayang, 0815**** itu no Alfi ya kak. Kakak butuh no Dalfah gak ? kata Dalfah sambil tertawa nih Kak di Save loh Kak , 0821***** oke dah. Makasih ya kalian. Lah no gw kagak loe minta bor, timpal Irfan. Bucubuneng, lo genti nomor lagi Fan? Emang iya. Irfan kagak lah, serius betul loe ki hehehe. Ya udah besok Gw kabari ke elo ya Rob soal kelanjutnya dan keputusan acara nanti. Kita sih tertatik betul ya adik-adik ? jarang betul kita berkolaborasi.

Pagi itu, jam 07.00 WIB Saat Robi sedang sarapan dering Hp bunyi. Hadeuh pagi betul siapa ini yang telpon. karena Loud Speaker, terdengar dengan jelas “kak anak-anak hasil rapat setuju untuk gabung di acara yang kakak dan temen-temen konsepin. Ini Dalfah kak.

 Bersambung...

 

 

Komentar

Postingan Populer